SMAN 3 TARUNA ANGKASA JAWA TIMUR_SEKOLAH PATRIOT PEMIMPIN MASA DEPAN, MELEJIT MENDUNIA

Penyakit kulit Tinea corporis atau kurap merupakan infeksi jamur dermatofita yang masih sering ditemukan di Indonesia, terutama akibat iklim tropis dan kurangnya kesadaran menjaga kebersihan kulit. Penggunaan obat antijamur sintetis yang berlebihan berisiko menimbulkan iritasi dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif alami yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi sabun kertas (soap paper) “Dermavala” berbahan ekstrak kunyit (Curcuma longa) dan lengkuas (Alpinia galanga) sebagai agen antijamur alami untuk menghambat pertumbuhan jamur Tinea corporis.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula F2, dengan komposisi 13,5 g ekstrak kunyit dan 11,5 g ekstrak lengkuas, merupakan formula terbaik dengan karakteristik fisik dan kimia optimal (pH 8, kadar air 6,1%, alkali bebas 0,1%) sesuai standar mutu sabun. Uji efektivitas terhadap pengguna menunjukkan perbaikan lesi kulit dalam 3–6 hari penggunaan, sedangkan uji organoleptik menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi, di mana 87,5% responden merasa sabun membantu mengurangi ketidaknyamanan kulit dan 75% menyatakan kulit terasa lebih nyaman setelah digunakan. Disimpulkan bahwa sabun kertas “Dermavala” Formula F2 efektif, aman, dan ramah lingkungan sebagai solusi alternatif berbahan alami untuk mengatasi infeksi jamur Tinea corporis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *